Quantcast
Channel: LionJobs.com Indonesia » Hot Profiles
Viewing all articles
Browse latest Browse all 2

Popy Fitria

0
0

Tak pernah terpikir oleh wanita cantik bernama Popy Fitria ini kalau dirinya bakal menekuni profesi sebagai food stylist. Ia mengaku, dulu hanya senang berada di dapur dan melakukan kegiatan masak memasak. Bahkan lulusan sastra jerman ini sempat ingin sekolah masak. “Tapi karena waktu itu belum ada, makanya saya ambil kuliah jurusan lain,” terangnya. Ternyata hasrat memasaknya tak pernah padam. Saat menemani suami pendidikan ke luar negeri, Popy menyempatkan diri untuk ikut kelas memasak di sana hingga ia jadi sangat ahli memasak.

Balik ke Indonesia, istri dari Ridwan Prasetyo ini tak mau menyia-nyiakan keahliannya. Ia pun melamar sebagai redaksi boga di salah satu majalah di Jakarta. “Setiap hari saya menulis tentang makanan, me-created resep, juga me-styling makanan,” ceritanya mengenang rutinitas pekerjaannya dulu. Dari sanalah, ia mengenal profesi food stylist hingga akhirnya memutuskan keluar dari tempatnya bekerja dan mencoba mandiri dengan profesi barunya itu. “Tahun 2009, saya mencoba menjadi food stylist independent hingga saat ini,” aku nya.

 

Explore Creativity for Beautiful Food

 

Menurut Popy, food stylist itu kerjanya sangat berbeda dengan chef. “Kalau chef, menyiapkan makanan yang enak di makan, food stylist itu menata makanan agar terlihat cantik dan menarik di kamera. Jadi soal rasa, itu nomor sekian. Bahkan, tak jarang kita membuat tiruan makanannya,” kata Popy. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan hasil foto makanan yang maksimal seperti yang diinginkan pihak klien. Karena tugasnya food stylist, bagaimana membuat makanan agar tetap cantik di depan kamera meski berjam-jam.

Oleh karenanya, seorang food stylist itu harus mengerti teknik memasak dan teknik mempertahankan makanan agar tetap cantik untuk difoto atau difilmkan. Selain itu, sense of art juga penting dimiliki. Sebab, terkadang food stylist tidak hanya focus pada makanan saja tapi juga suasana atau ambience dari makanan tersebut. Contohnya, makanan itali akan lebih cantik bila difoto dengan suasana itali. Tugas food stylist-lah yang harus mengharmoniskan antara makanan tersebut dengan settingan suasananya. “Entah kita menggunakan property yang berbau itali, atau rempah-rempahnya. Pokoknya kreativitas kita sangat diuji di sini.”

Meski baru sekitar 3 tahun menggeluti bidang food stylist secara independent di bisnis iklan komersial Indonesia, Popy memiliki misi membantu industry pangan dan resto yang sedang berkembang untuk menampilkan visualisasi produknya dengan tampilan yang menarik, menggiurkan dan membangkitkan minat pembeli. Industri food stylist ke depannya, menurut Popy akan semakin dibutuhkan oleh industry pemasaran, advertising, dan film. “Karena sekarang makanan itu sudah menjadi gaya hidup seseorang dan bahan publikasi. Bahkan iklan perbankan saja, sekarang menggunakan produk makanan,” tuturnya.

Walau begitu, ibu dari Cyril Adnan ini sangat menyayangkan kalau di Indonesia profesi food stylist ini masih dipandang sebelah mata. “Klien banyak yang belum teredukasi dengan profesi ini. Mereka masih sering menganggap kita sebagai tukang masak saja. Padahal, kita lebih dari sekedar tukang masak,” katanya. Tak heran, bila Popy pernah mendapatkan pengalaman tak menyenangkan. “Kita pernah lho, disuruh buat minum untuk klien,” imbuhnya. Untuk menyikapi hal itu, Popy biasanya menyikapi semuanya dengan sabar dan professional. “Kita katakan pada klien kalau kita bukan bagian dari catering, melainkan bagian dari tim yang menghasilkan karya foto yang bagus untuk mereka,” ujarnya.

Permintaan klien tak jarang memang sulit, tetapi harus tetap dipenuhi. Justru hal itu menjadi tantangan tersendiri buatnya. Bagaimana caranya untuk memenuhi permintaan klien yang sulit. Pernah ia hunting buah sirsak selama satu minggu ke berbagai pelosok di Jabodetabek. “Saat itu kita butuh buah sirsak yang masih ada durinya. Kita sudah cari ke seluruh supermarket dan pasar di Jakarta tapi tidak menemukan buah sirsak yang masih berduri,” kata wanita yang akhirnya menemukan buah sirsak berduri di daerah Tangerang. Karenanya, Popy merasa enjoy dan fun dengan profesinya ini meski terkadang seperti merasa diospek. “Ini sudah passion saya. Jadi, sesulit apa pun itu, saya berusaha menikmati dan menjadikannya menyenangkan.” Apalagi popy akan merasa sangat puas ketika ia melihat hasil karyanya itu di publish di media. “Wah, puas banget meski orang tidak ada yang tahu kalau itu jerih payah saya,” tambah wanita yang mengaku ingin memiliki restaurant ini.


Viewing all articles
Browse latest Browse all 2

Latest Images

Trending Articles



click here for Latest and Popular articles on Electronic Design Automation (EDA)


Latest Images